Get Adobe Flash player

BERITA

Minimize

Current Articles | Categories | Search | Syndication

ANTISIPASI SERANGAN VIRUS CORONA, SATLINLAMIL SURABAYA GELAR SOSIALISASI KESEHATAN

 

Jakarta, 7 Februari 2020 ------------ Satya Wira Jala Dharma. Prajurit dan PNS Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya mengikuti sosialisasi kesehatan tentang  Infeksi Virus corona, Kamis (6/2) di Lobi Mako Satlinlamil Surabaya. Acara ini dibuka oleh Komandan Satlinlamil Surabaya Kolonel Laut (P) Heri Prihartanto, dan dihadiri para Komandan KRI, perwira staf, ketua dan Pengurus Jalasenastri Cabang 3  Satlinlamil Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan kesehatan para prajurit yang bersifat preventif, kuratif dan rehabilitative.

Hal ini juga  didasari oleh himbauan Panglima Kolinlamil Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., agar setiap prajurit peduli akan kesehatan diri  sendiri  dengan menjalani hidup sehat dan olahraga.

“jagalah diri kita dengan menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga. Prajurit matra laut selalu siap melaksanakan tugas dengan kondisi fisik dan mental yang kuat” kata Panglima Kolinlamil.

Dalam sambutannya Komandan Satlinlamil Surabaya mengatakan bahwa virus corona merupakan permasalahan dunia dan kita semua. “Oleh sebab itu perlu adanya edukasi dan sosialisasi infeksi virus korona dan cara mengatasinya”, tuturnya.

Komandan juga mengatakan dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi usaha dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kolinlamil (Balai Pengobatan Satlinlamil Surabaya) untuk menyelenggarakan sosialisasi Kesehatan tentang Pengenalan Infeksi virus corona dan cara mengatasi penularannya kepada prajurit dan PNS Satlinlamil Surabaya khususnya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk mengetahui infeksi virus korona dan cara mengatasinya, agar kita turut mensosialisasikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar tidak mudah terprovokasi, menyebarkan berita-berita hoax tentang virus corona yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Di kesempatan yang sama, nara sumber Letkol Laut (K) dr. Rieke Andi Wijaya Sp.P dari Rumkital Dr.Ramelan Surabaya memaparkan  bahwa virus korona (2019-nCoV) adalah jenis virus  yang baru ditemukan berukuran diameter 100-120 nm, disinyalir virus jenis ini terdapat pada hewan jenis kalelawar.

Penularan Virus Corona akhir-akhir ini telah telah ditetapkan menjadi kejadian luar biasa. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO sampai  mengeluarkan peringatan kepada seluruh negara-negara untuk mengantisipasi dan memproteksi penyebaran virus ini di setiap negaranya.

Pada dasarnya virus Corona masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS. Adapun masa inkubasi terlama untuk penyakit ini yaitu selama 14 hari. Pasien dengan Pneumonia nCoV memiliki gejala klinis, Sakit kepala dan malaise atau suatu kondisi dimana tubuh seseorang terasa lemas pusing serta tidak enak badan dibarengi hidung pilek, batuk  dan sakit tenggorokan .

Cara mencegah penyebarannya dengan istilah WUHAN (Wash your Hand, Use Mask Property, Have You temperatur checked regulary, Avoid Large Crowds) artinya mencuci tangan secara teratur, gunakan masker dengan benar, periksa suhu tubuhmu secara teratur teratur, hindari keramaian dan bepergian jika tidak terpaksa, hindari menyentuh bagian wajah dengan tangan kotor.

Selain itu pencegahan dapat di-in aktifkan oleh disinfektan mengandung klorin ,pelarut lipid, serta hindari kontak dengan pasien terinfeksi Corona.

Selain menjelaskan tentang Virus Corona, narasumber juga mengupas tentang ANTRAKS yang dalam bahasa Yunani berarti Hitam. Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus Antracis pada binatang ternak/buas yang ditularkan melalui kontak dengan kulit manusia yang lesi/lecet, mengkonsumsi daging yang terkontaminasi bakteri, menghisap spora dikandang hewan, digigit serangga yang baru menggigit hewan infektif.

Dijelaskan juga gejala-gejala awal yang ditimbulkan seperti demam, bersin, batuk kering/sakit tenggorokan, sakit kepala dan sesak nafas dengan masa inkubasinya 2 hingga 14 hari.

Penyebaran jenis virus ini melalui saluran napas seperti batuk dan bersin, kontak dekat personal (menyentuh atau jabat tangan), menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus disana dan ketika menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan serta kontaminasi feses (pada kasus ini, masih terus diteliti).

Dikutip dari Informasi WHO yang disampaikan pada tanggal 30 Januari 2020 telah mengumumkan bahwa nCoV saat ini dikategorikan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dan merupakan kasus high risk di China, Regional dan Global, sehingga WHO tetap terus memantau perkembangan penyakit ini. (Dispen Kolinlamil)


 

posted @ Friday, February 7, 2020 4:55 PM by Dispen Kolinlamil

Previous Page | Next Page