Get Adobe Flash player

BERITA

Minimize

Current Articles | Categories | Search | Syndication

PRAJURIT KRI SATLINLAMIL SURABAYA BERLATIH PENANGGULANGAN BAHAYA NUBIKA

 

Jakarta, 16 Oktober 2019 ---------- Dalam rangka mencapai zero accident dan perintah lisan Pangkolinlamil, Jajaran Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya melaksanakan latihan penanggulangan Bahaya kebakaran dan kebocoran di Pusat Penyelamatan Kapal Nuklir Bio dan Kimia (Puspeknubika), Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum), Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) Surabaya, Rabu (16/10).

Kegiatan yang telah berlangsung mulai 15 - 18 Oktober ini diikuti 30 orang personel unsur KRI terdiri dari KRI Banjarmasin 592, KRI Teluk Parigi 539 dan KRI Teluk Lampung 540.  Prajurit Satlinlamil Surabaya dari staf maupun unsur KRI yang berada dipangkalan.

Pelatihan ini bertujuan agar Prajurit Satlinlamil Surabaya mampu mengatasi bahaya kebakaran dan kebocoran yang kemungkinan terjadi di Pendirat maupun unsur KRI. Di samping itu, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja atau zero accident.

Panglima Kolinlamil Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E.,M.M mencermati kejadian kebakaran dilingkungan TNI AL terutama di kapal perang (KRI) yang diakibatkan salah satunya kelalaian personel. Untuk itu, Pati yang baru saja menjabat Panglima Kolinlamil ini menginstruksikan kepada jajarannya baik Mako maupun Unsur untuk melaksanakan latihan penanggulangan bahaya kebakaran, kebocoran dan bahaya nuklir, biologi dan kimia .

“Prajurit harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dan kebocoran terhadap unsur KRI baik saat sandar maupun berlayar,” imbuh Panglima Kolinlamil.

Sedangkan sasaran latihan ini untuk menyegarkan kembali ilmu yang didapat selama bertugas dan lebih terampil menggunakan serta mengoperasikan alat pemadam kebakaran secara optimal dan profesional. Pada kesempatan tersebut, materi yang dilatihkan pada penanggulangan kebocoran kapal antara lain membaca sistem dengan membuka gambar, pengambilan keputusan, dan teknis penanggulangan tentang mengatasi bahaya kebakaran disimulasikan saat Helikopter landing di geladak heli KRI mengalami  trouble area landing.

Sebelumnya para peserta juga telah melaksanakan pelajaran teori kelas dan praktek lapangan yakni dalam penanggulangan kebakaran besar terbuka. Alat-alat yang digunakan dalam latihan tersebut, alat pemadam kebakaran api ringan, tabung CO2, simulator ruangan kapal dan simulator kapal yang berada di Puspeknubika Kobangdikal.

Usai pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengkoordinasikan pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan peralatan untuk penanggulangan kebakaran, kebocoran, bahaya Nubika serta mampu melaksanakan pertolongan pertama pada kecelakaan. Selain itu juga mampu melaksanakan prosedur komunikasi sesuai standar sistem dan metoda yang berlaku di TNI Angkatan Laut. (Dispen Kolinlamil).


 

posted @ Wednesday, October 16, 2019 8:29 PM by Dispen Kolinlamil

Previous Page | Next Page