Get Adobe Flash player

BERITA

Minimize

Current Articles | Categories | Search | Syndication

SATLINLAMIL SURABAYA ADAKAN JAM KOMANDAN

 

Jakarta, 4 Oktober 2019 —  Sebagai sarana pembinaan hubungan antara atasan dan bawahan, Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya mengadakan jam komandan di Mako Satlinlamil Surabaya, Ujung, Surabaya, Jumat (4/10). Kegiatan ini disampaikan oleh Pejabat Sementara Wakil Komandan (Wadan) Satlinlamil Surabaya Letkol Laut (P) Yulis Andreas,M.Tr.Hanla, mewakili Komandan Satlinlamil Surabaya. Jam Komandan merupakan wahana menyampaikan langsung perintah yang diterima dari pimpinan untuk disampaikan keseluruh prajurit, selain itu kegiatan ini merupakan momentum interaksi antara atasan dan bawahan secara terbuka sehingga terbentuk ikatan yang kuat yang mendukung keselarasan dalam pelaksanaan tugas.

Wadan Satlinlamil Surabaya Letkol Laut (P) Yulis Andreas,M.Tr.Hanla, menghimbau kepada seluruh prajurit dan keluarganya untuk bekerja sama menjadikan Satlinlamil Surabaya sebagai satuan yang bersih dari bahaya Narkoba, karena kejahatan narkoba sudah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampai atas banyak terjerat Narkoba.

“Tidak ada lagi prajurit Satlinlamil Surabaya terjerat penyalahgunaan narkoba, sudah jelas sanksi hukum yang akan diterima dari pimpinan. Berilah contoh yang terbaik dimasyarakat, bahwa TNI adalah garda terdepan bangsa, menjaga kedaulatan NKRI sekaligus menjaga ketentraman masyarakat” tutur pamen melati dua ini.

Disamping itu juga disampaikan pemberitaan yang sedang marak di media Televisi maupun media sosial yaitu tentang LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender). “Memang perkembangan teknologi memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, namun jika tidak dimanfaatkan dengan bijak akan menimbulkan penyimpangan terhadap gaya hidup yang semakin liberal. Penyimpangan orientasi seksual diakibatkan karena seseorang dengan mudah mendapatkan informasi tentang LGBT, tapi sayangnya informasi ini tidak didukung dengan pengetahuan yang dalam dan lengkap, termasuk dampak yang akan ditimbulkan” jelasnya.

adahal LGBT adalah sesuatu yang berbahaya secara perilaku maupun secara kesehatan, maka dapat dikatakan LGBT bisa menimbulkan beberapa resiko kesehatan, seperti penularan PMS (penyakit menular seksual). Penularan penyakit HIV / Aids lebih rentan terjangkit pada pelaku seks menyimpang sesama jenis.

“Jika sudah masuk dilingkungan Prajurit tentunya akan merusak moral serta lingkungan kerjanya. Hal ini merupakan ancaman bagi pembinaan kekuatan satuan TNI, khususnya pembinaan personel, karena akan berdampak negatif dan akan timbul homophobia, penularan prilaku homoseksual, lantaran kaum homo akan mencari penerus kedua dan korban-korban berikutnya” ujarnya mengingatkan.

Selain itu Pjs. Wadan juga menekankan agar bijak dalam menggunakan media sosial, terutama yang menyangkut kedinasan. “Waspada merupakan kunci dalam menyikapi dan menggunakan media sosial. Tekankan dimasing-masing keluarga prajurit agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan pemanfaatan media sosial” tegasnya. Diakhir pengarahan,  Pjs. Wadan menyampaikan instruksi Panglima Kolinlamil agar jajaran Satlinlamil Surabaya meningkatkan kewaspadaan dalam proses kegiatan administrasi dan surat menyurat.

“Berhati-hatilah dalam melaksanakan pengiriman maupun penyimpanan berkas kedinasan, susun dengan rapi dan lakukan penjurnalan secara teliti serta teratur sehingga terhindar dari kesalahan prosedur yang berakibat fatal, yang tentunya akan merugikan kedinasan” tandasnya. Sebagai prajurit wajib menjaga kerahasiaan setiap berita maupun informasi, seperti yang tertuang dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. (Dispen Kolinlamil)


 

posted @ Friday, October 4, 2019 5:10 PM by Dispen Kolinlamil

Previous Page | Next Page