Get Adobe Flash player

SATLINLAMIL JAKARTA

Minimize

Current Articles | Categories | Search

KRI BAC 593: ASAH NALURI TEMPUR PRAJURITNYA DI PULAU GUNDUL

   
     Jakarta, 21 April 2017, KRI   Banda     Aceh   593   yang    dikomandani     Letkol    Laut   (P)   Whisnu   Kusardianto, S.E. bersama prajuritnya berlayar meninggalkan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/4) kemarin, guna    mendukung    operasi   Serpas (pergeseran pasukan) pengamanan wilayah perbatasan (sektor utara) Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Papua Nugini, selama    pelayaran   KRI  yang dikomandoi oleh Alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 43 ini gencar menggelar latihan peran-peran dalam rangka meningkatkan profesional naluri tempur prajuritnya..

 

 Dalam pelayaran ke wilayah timur KRI Banda Aceh 593 selain membawa ribuan pasukan TNI AD sebanyak tiga batalyon ini yang berjumlah ribuan personel akan di bawa ke wilayah Utara NKRI untuk melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini, juga mengangkut logistik dan Alut Sista yang dimuat dari Jakarta untuk memaksimalkan pelaksanakan pengamanan wilayah di bagian Utara Indonesia, diantaranya 5 unit sea rider ukuran 11 meter yang akan diturunkan di Ambon, di Sorong, dan di Manokwari. Sedangkan 3 combat boat dengan peruntukkan 2 untuk TNI AD di Sorong dan di Biak serta 1 lagi untuk TNI Angkatan Laut di Manokwari.

 

 Selama pelayaran KRI BAC Jakarta - Semarang melaksanakan latihan penembakan di pulau gundul, Kamis (21/4) diawali dengan latihan peran- peran (peran melewati medan ranjau,peran tempur,peran pek,peran peninggalan), natinya sepanjang pelayaran latihan peran-peran ini akan terus digelar, tidak hanya di pulau gundul.  Dengan dilaksanakannya latihan ini  diharapkan dapat meningkatkan dan mengasah naluri tempur prajurit selain itu juga sekaligus untuk mengecek kesiapan kondisi teknis perlatan tempur KRI BAC 593, terang orang nomor satu di KRI BAC disela-sela pelaksanaan latihan peran-peran.

 

Sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) yang mana KRI Banda Aceh (593) adalah salah satu jenis kapal Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Landing Platform Dock yang pembuatannya dilakukan PT PAL di Surabaya dan mulai beroperasi Maret 2011. Kapal ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank dengan luas LPD 125 meter persegi. Kapal Landing Platform Dock 125 meter kapal ke-4 ini dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC untuk sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence dengan komunikasi kapal ke kapal kombatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter.

Kapal dibangun dengan kelas Loyd Register + 100A1 dan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom). Untuk memudahkan manuver, kapal dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang. Untuk mengoperasikan kapal, mesin dapat dioperasikan dari ruang kontrol dan bisa langsung dari ruang mesin, serta dilengkapi peralatan rumah sakit darurat dan bisa difungsikan untuk pertolongan pertama. Kapal LPD 125 meter tersebut didesain untuk memenuhi tugas operasi TNI AL, di antaranya untuk Landing Craft Carrier, yakni Landing Craft Unit 23 m, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel termasuk troop carrier 354 troop, kru, tamu, dan officer. Selain itu, operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus .

 

 

 

 

 

posted @ Friday, April 21, 2017 9:21 PM by Dispen Kolinlamil

Previous Page | Next Page